Ki Hajar merupakan tokoh pendidikan Indonesia yang mana tanggal kelahirannya dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namun, konsep pendidikan belum banyak dibedah, terutama oleh generasi muda. Karena itu, Suryo berusaha menyampaikan materi tersebut dengan pendekatan kekinian, pendekatan yang sifatnya populer namun tetap bisa diterima masyarakat secara umum.
Ki Hajar menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Europeesche Lagere School) dan sempat melanjutkan pendidikannya di sekolah kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) meskipun tidak sampai tamat. Menurut Suryo, mudanya bekerja sebagai penulis dan wartawan di berbagai surat kabar seperti Sediotomo, Midden Java, de Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
“Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu. Bersama Douwes Dekker dan dr. Tjipto Mangoenkoesemo, ia mendirikan Indische Partij. Partai politik yang pertama kali dikenal orang di Hindia ini didirikan pada tanggal 6 September 1912,” katanya.
Ki Hajar, tegas Suryo, berpendapat bahwa konsep pendidikan yang dibangun dan dikerjakan oleh Barat terlalu menekankan akal semata, sedangkan aspek kepekaan sosial terhadap sesama kurang diperhatikan. Ia menandaskan bahwa pendidikan kolonial menjadikan bangsa menjadi tergantung kepada bangsa lain. Karena itu, menyusun sistem among, semacam konsep pendidikan untuk bangsa ini.
“Sistem among mengemukakan dua prinsip dasar. Pertama, kemerdekaan merupakan syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin, sehingga bisa hidup merdeka, tidak berada dalam kekuasaan golongan apa pun. Kedua, kodrat alam adalah syarat untuk menghidupkan dan mencapai kehidupan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” tegas Suryo.
Selain itu, Suryo menerangkan pancadarma Ki Hajar, antara lain, asas kemerdekaan, asa kodrat alam dan sebagainya. Ia pun tak lupa menyinggung perkembangan dunia pendidikan di Indonesia dan sejauh mana konsep pendidikan menemukan relevansinya.
Dida Darul Ulum – MI