Forum ini terinspirasi dari apa yang telah dilakukan Riza dalam mengembangkan usaha (sociopreneurship) berbasis dengan pemberdayaan tanaman singkong. Bagi Riza, singkong merupakan tanaman yang mudah didapatkan di Indonesia. Selain itu, menanamnya pun tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama mengingat tanah kita begitu subur.
Ide mendirikan Rumah Mocaf Indonesia, menurutnya, hadir setelah ia mendirikan Sekolah Inspirasi Pedalaman di sebuah kampung di Banjarnegara. Di sana, ia menemukan masyarakat yang menanam singkong tapi hasil tanamannya dihargai begitu murah. Sehingga, ia memantapkan diri memberdayakan tanaman singkong untuk menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) setelah meriset dan mempelajari tata cara pengolahannya.
“Dari situ, kami bertemu para petani singkong yang menangis di hadapan kita yang pada waktu itu singkong hanya dihargai 200 rupiah per kilogram. Harganya sangat murah dan singkong akhirnya dibiarkan membusuk di lahan-lahan. Karena kalau dipanen, itu malah tekor dan medannya susah. Kemudian, ketika singkong harus dipanen, malah butuh biaya lebih,” kata Riza.
Selah itu, Riza dan kawan-kawannya berkonsultasi ke praktisi dan akademisi tentang singkong dan teknologi pertanian. Lalu, semua ternyata menyarankan untuk mengolah singkong menjadi tepung sebagai bahan masa depan. Dari situ, mereka berusaha mengangkat martabat singkong sebagai tanaman berdaulat dan membuat kesejahteraan para petaninya terangkat.
“Kami mengumpulkan beberapa data. Data yang kami peroleh, antara lain, ternyata Indonesia merupakan penghasil singkong terbesar kedua pada 2014. Datanya kami peroleh dari Food Agriculture Organization. Dari Sabang sampai Merauke, ada singkong, tinggal tancap dan bisa panen dan ternyata data riset menyatakan bahwa waktu itu, 2014, hampir semua petani singkong berada di bawah kesejahteraan normal,” lanjutnya.
Tepung singkong Mocaf pada dasarnya sama dengan tepung terigu dari gandum tetapi lebih sehat. Hal ini sangat disayangkan karena ternyata Indonesia merupakan pengimpor tepung terigu terbesar. Karena itu, ia menyarankan agar penggunaan tepung singkong mulai dimasyarakatkan secara luar. Hal itu pun tentunya bisa membantu kesejahteraan para petani singkong kita.
Dida Darul Ulum – MI