Tema tentang koperasi ini perlu terus dibahas. Sebab, koperasi merupakan soko perekonomian Indonesia, apalagi para penggiatnya kini terdiri dari anak-anak muda. Hal ini sepertinya yang melatarbelakangi Virtuous mendirikan koperasi yang bertujuan memberdayakan perekonomian masyarakat. Ia pun menyatakan bahwa lahirnya koperasi ini berawal dari kegelisahannya selama mengkaji gerakan-gerakan sosial di Indonesia.
“Kebetulan dalam kajian Hubungan Internasional, gerakan sosial global merupakan topik menarik karena itu [koperasi] menjadi respons atas persoalan ekonomi global. Kemudian, saya melihat kenapa gerakan-gerakan sosial … menurut saya mengalami kekalahan karena selalu berkaitan dengan masalah ekonomi atau tidak mampu membangun kemandirian ekonomi yang kuat. Sehingga, setiap gerakan sosial lebih mudah dipatahkan,” katanya.
Gerakan sosial pada prinsipnya harus memiliki kekuatan sosial atau modal, dalam istilah lain, untuk membangun kekuatan politik. Tanpa itu, menurut Virtuous, akan sulit sekali membangun gerakan sosial yang solid.
Selain penggiat koperasi, Virtuous juga seorang dosen di Universitas Andalas yang fokus pada kajian-kajian Hubungan Internasional, terutama gerakan sosial seperti gerakan petani internasional. Sebagai seorang akademisi, ia memiliki banyak pertanyaan tentang gerakan tersebut. Di antaranya, bagaimana pendanaan gerakan tersebut sehingga ia bisa berlangsung dalam skala internasional?
“Kalau kita bicara kekuatan ekonomi, kekuatan sosial, kekuatan budaya secara kolektif, pasti akan mengantarkan kita pada konsep koperasi dan memang dalam yang selama ini saya temukan berbagai literatur tentang koperasi itu selalu menyebut bahwa koperasi merupakan entitas ekonomi, entitas sosial, dan entitas budaya. Saya sendiri ingin menariknya secara langsung bahwa koperasi seharusnya menjadi entitas politik,” tegasnya.
Dengan demikian, koperasi harus menjadi basis kekuatan dalam politik bukan saja ekonomi, sosial, maupun budaya. Sebab, para penggiat koperasi selama ini belum melihat koperasi sebagai entitas politik.
Koperasi Mandiri dan Merdeka memang melibatkan dosen-dosen Universitas Andalas. Namun, Virtuous menegaskan bahwa ia tidak berada di bawah naungan kampus. Dengan demikian, siapa pun bisa bergabung.
Dida Darul Ulum – MI