Anak Muda Harus Punya Semangat Juang

BAGIKAN:

Share on whatsapp
Share on twitter
Share on facebook
Megawati Soekarnoputri dalam sarasehan nasional secara virtual bertema “Anak Muda Membaca Bung Karno”

Pada Selasa, 29 Juni 2021, Megawati Institute mengadakan sarasehan nasional secara virtual bertema “Anak Muda Membaca Bung Karno” yang dihadiri oleh Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara kunci (keynote speaker).

Dalam pembicaraannya, Megawati mengajak anak-anak muda untuk memiliki semangat juang (fighting spirit) demi masa depan Indonesia. Sebab, anak-anak muda adalah harapan bangsa untuk kemajuan Indonesia sebagaimana dicita-citakan Bung Karno.

“Satu yang harus diingat oleh anak muda siapa pun dia, harus punya fighting spirit. Tanpa fighting spirit, maka kita tidak akan menjadi bangsa yang besar,” katanya.

Karena itu, Megawati mengajak anak-anak muda untuk membuat diskusi bernas untuk melihat tantangan bangsa Indonesia sekaligus mencarikan solusi bagi rakyat. Putri Bung Karno itu melihat banyak persoalan rakyat, seperti mengenai konektivitas, yang harus dicarikan solusi.

Hadir juga William Tanuwijaya (Founder & CEO Tokopedia), Putri Tanjung (Staf Khusus Presiden), Alfatih Timur (Founder & CEO Kitabisa.com), Arief Rosyid (Komisaris BSI & Alumni SPPB Megawati Institute), Cinta Laura (Pemerhati Pendidikan & Artis) Bagoes Ade (Aktor, Teater Pandora), Hanna Keraf (Co-Founder Du Anyam), Mevlied Nahla (Seniman/Violinis), dan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, riset, dan teknologi).

Mereka masing-masing berbicara tentang kiprah mereka selama ini agar menjadi inspirasi anak-anak muda pada umumnya. William misalnya berbicara tentang bagaimana ia membangun Tokopedia dari awal sampai sejauh ini dengan mengambil inspirasi dari Bung Karno. Sementara, Bagoes Ade menyampaikan monolog tentang Bung Karno.

Nadiem bercerita tentang bagaimana ia terinspirasi filsafat Marhaen sehingga ia mendirikan sebuah perusahaan yang memberdayakan. Namun, yang lebih dari itu adalah gagasannya tentang kampus merdeka.

“Di generasi saya, alat instrumen kemerdekaan itu berbeda, bukan revolusi bukan melalui merdeka secara fisik, tetapi kemerdekaan dari ekonomi, kemerdekaan dari keterbatasan,” katanya.

Sarasehan nasional ini merupakan peringatan Bulan Bung Karno agar gagasan-gagasan besar Bung Karno dalam menginspirasi anak-anak muda terus berbuat untuk bangsanya. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki anak-anak muda yang visioner.

Dida Darul Ulum, Megawati Institute