Temu Alumni SPPB

Bagikan:

Pada Jumat, 30 Januari 2026, Megawati Institute (MI) mengadakan temu alumni Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa (SPPB) dari angkatan pertama sampai angkatan sepuluh dengan tema “Bersatu Padu dalam Pemikiran” bersama Direktur Eksekutif Hilmar Farid, Hendrawan Supratikno, dan Indah Nataprawira selaku moderator di kantor baru MI di Jalan Diponegoro No. 56, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain silaturahmi dengan semua angkatan SPPB, temu alumni ini bertujuan untuk bertukar ide antara pelaksana harian dan mereka yang sudah berkiprah di berbagai bidang agar terjadi kesinambungan gagasan dan penyesuaian konteks pemikiran dalam visi MI ke depan. Harapannya, seluruh kegiatan maupun riset dan kebijakan yang dihasilkan MI bisa diterima masyarakat umum, khususnya kalangan muda.

Hilmar menegaskan bahwa visi MI adalah membumikan nilai-nilai Pancasila 01 Juni 1945 sebagai ideologi kerja (working ideology) dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, turunan dari visi tersebut tentu berupa misi yang menerjemahkannya melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung, antara lain, sekolah kebangsaan dan riset/advokasi kebijakan, khususnya dalam konteks pelurusan sejarah dan merespons isu lingkungan.

“Kalau kita bicara sekolah kebangsaan [SPPB], tentu kita tidak akan mendapatkan isu lingkungan di sana karena pada masa para pendiri bangsa, belum warm-warm amat. Namun, kita tetap memasukkannya dalam program kelas khusus tentang lingkungan,” katanya.

Hilmar juga menyampaikan siapa saja yang bertanggung jawab dalam program-program MI ke depan dan apa saja yang hendak dilakukan. Temu alumni ini merupakan salah satu program awal dalam kepengurusan baru MI.

Selain Hilmar, banyak alumni juga menyumbang saran dan ide dalam pertemuan tersebut. Di antaranya, ada yang mengusulkan bagaimana gagasan-gagasan pendiri bangsa ini diterima generasi muda sekarang, khususnya Gen Z yang digital native. Dan, ada juga yang mengusulkan kantor yang inklusif karena hal ini penting agar tradisi ilmiah terbangun dengan baik di MI.

Sementara itu, Hendrawan menjelaskan tentang bagaimana peran MI yang diidentikkan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan menjelaskan visi dari Pancasila 01 Juni 1945.